Aku habis pulang nge-date
Tadi aku nggak bangun pagi karena aku tidur pagi lagi hehehe
Waktu bangun, matahari sudah naik tinggi. Sarapanku pukul 12 siang tepat dengan telur kukus yang kebanyakan airnya dan wortel yang diiris asal. Pukul tiga sore berangkat dari kos, naik gojek yang dicancel entah karena alasan apa lalu dijemput seorang driver. Beliau sudah cerai dan mantan istrinya sudah menikah tiga kali. Diantarkan ke tujuan dengan cerita kehidupan beliau yang mungkin segera terbit menjadi autobiografi. Sampai tujuan, aku ikut berharap, "Semoga bahagia selalu, Pak!" Sembari menyerahkan kepala. Kuhabiskan senilai satu mangkuk bakso untuk cerita beliau dan perpindahan tempat saat terik ini.
Masuk tujuan, ramai orang-orang. Kebanyakan perempuan yang tas-tasnya dibawakan oleh pacar atau suaminya. Selain itu adalah ibu-ibu muda bersama anak-anaknya. Ada beberapa rombongan keluarga juga. Aku dan beberapa orang lain adalah sebagian kecil perempuan/laki-laki yang kesana sendiri. Aku ambil beberapa satu handuk, dua gelang, dan satu set anting-anting paling mencolok. Aku menghabiskan senilai tiga mangkuk bakso disana.
Jalan sedikit melewati parkir mobil yang penuh sesak, tukang parkir yang sedang berkenalan dengan sopir-sopir pribadi, dan parkir motor yang sudah tutup karena sudah pukul empat sore. Melewati dan menyimpan bau sampah dari samping mushola, menahan bau amis dari los-los ikan, dan sedikit anyir karat dari pasar loak. Semata-mata terasa bersih lagi saat melewati arang-arang hitam, mungkin bersiap berangkat ke angkringan.
Kemudian aku berhenti mencari-cari karena sudah pusing dan entah kenapa mual. Mungkin lapar. Jadi, aku makan siang pukul empat sore. Setelah sebelumnya ditolak oleh satu mesin atm dan satu satpam, dompetku kembali berisi. Kukurangi lagi untuk membeli mi goreng dan es jeruk senilai satu mangkuk bakso.
Lalu berbelanja dengan mengambil tisu, susu, keju, saus, pasta, dan bola-bola terigu bonus udara. Kuhabiskan senilai lima mangkuk bakso untuk semua itu. Bonus bercandaan kecil dengan Mba Kasir karena aku ngotot membayar dengan uang sangat pas dan tanpa plastik tambahan.
Keluar dari hiruk pikuk pertemuan penjual dan pembeli, sudah gelap yang masih terang. Entah kenapa rasanya aneh dan sedikit menakutkan. Aku berharap lekas gelap saja supaya bisa kuhidupkan senter bila perlu. Berjalan sedikit lagi melewati bawang-bawang impor dan parkir mobil yang sudah mulai sembarangan.
Menunggu bus, bersama satu paket keluarga dan seorang perempuan yang kemungkinan sudah menjadi Ibu. Nyaris dilewati bus karena Pak Sopir ingin menggoda Ibu itu. Melewati Malioboro, entah kenapa rasanya seperti aku akan berpisah dengan segaris jalan ini. Sedikit terenyuh, untung tidak menangis. Sampai tempat transit, bus yang aku tunggu sudah berangkat sebelum aku naik. Jadi aku menunggu bus selanjutnya sambil membaca Bila Jebris Ada di Rumah Kami. Bus datang saat aku mendapat tips berjualan dari Penipu yang Keempat, belum selesai.
Aku naik bus dengan tenang, memutuskan untuk duduk di tempat yang biasanya aku hindari. Ada seorang Nenek yang berdzikir sejak naik bus, lalu berhenti setelah ponselnya berdering, dzikirnya berubah menjadi suara-suara video pendek yang beliau putar dari ponsel. Mungkin target dzikir beliau sudah terpenuhi hari ini. Gantian aku yang membatin Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiin sambil berusaha keras mengingat nada nadhom asmaul husna yang terakhir kali kunyanyikan kelas lima SD. Itu semua terjadi dalam kepala, sambil memandang keluar jendela bus, MOMOYO yang ada di google maps ternyata sama sekali belum buka.
Sampai di halte tujuan, aku dihalangi bus pariwisata, sehingga perlu mengintip dari bokong bus dulu sebelum bisa berjalan dengan lancar. Belum ada 500 meter aku berjalan, aku ingin es krim dan sambil membeli mie instan, ini mie instan keduaku minggu ini. Puas mendapatkan es krim stroberi dengan plastik kresek hitam paksaan Ibu penjualnya, aku lanjut jalan dan berpapasan dengan seorang pelari. Ini sudah nyaris pukul delapan malam. Jalanan yang dia lewati aku yakin sudah gelap. Semoga dia sampai tujuan juga dengan selamat dan berbahagia.
Sampai kos, aku menempatkan barang belanjaan pada tempatnya dan menyiapkan tontonanku hari ini: Harry Potter and The Half Blood Prince yang tentu saja aku tonton dari telegram heheheheheheheheheheheheheheheehehe Kemudian memasak mie instan sambil makan es krim, terbuang dua tetes saja. Lalu makan mie instan yang kucampur segenggam pasta supaya lebih kenyang. Dua lembar keju juga kutambahkan. Tidak terlalu enak, tapi lumayan bisa jadi pendamping 380ml + 600ml air le minerale stok terakhir minggu ini. Mungkin lebih tepat dibilang kalau aku minum air sambil makan mie sebagai makan malam. Harry dan Hermione sudah patah hati dua kali dan aku belum selesai ngedate dengan diriku sendiri.
Aku masih ingin menulis ini dan rebahan menyelesaikan filmnya, kemudian menjemur pakaian, lalu lanjut membaca Penipu yang Keempat dan minum 600ml air le minerale lagi. Juga mungkin minum milo dan mencuci panci atau menjerang air untuk ngeteh malam ini. Yang jelas aku tidak akan ngopi.
Entah apa nanti yang akan aku lakukan, tapi hari ini aku puas dengan pilihan-pilihan dan kejadian-kejadian yang sudah-sudah itu. Terutama aku puas dengan date kali ini. Bajuku menurutku cantik tadi, dan bedakku tidak luntur sama sekali padahal lumayan banyak berjalan. Hanya saja body spray yang kupakai memang tidak bisa mengalahkan bebauan pasar. Tak apa, suvenir date kali ini adalah bau amis anyir dan busuk sampah.
Jadiiiiii demikianlah ceritanya! Ngedate hari ini berlangsung seru! Semoga lain waktu bisa kulakukan lagi hehehe
Good day! πΉ
Previous |