sekar πŸ’

Dik

dalam ingatanku, kamu masih sebesar guling pisang yang biasa kupeluk setiap malam

dalam gendonganku dulu, kuingat kamu jarang menangis

meski susu ibumu tak keluar senikmat kemarin

meski adikku memandangmu dengan cemberut karena kaurebut pelukan ibuku

meski ayahmu pulang dengan memar bekas susuk malam itu

meski tak ada uang untuk susu minggu itu

kamu hanya menangis

kalau tajin pagi itu tak tepat waktu ibu beri

entah ibumu atau ibuku

kadang aku

yang bertugas menyuapi cairan putih dengan sedikit garam itu

tujuh belas tahun kemudian, aku baru tahu

kalau susu orang miskin itu masih lebih baik

daripada pukulan-pukulan yang kamu terima setelah kami pergi

Dik,

tak apa, kau tak perlu sekolah untuk hidup

tak perlu lagi mencuri demi mengisi perut

Dik,

bahkan kau tak perlu ada dalam kenanganku untuk bisa kusayangi

Semoga senantiasa bahagia dalam setiap tarianmu, Dik.

SekarπŸ’πŸ£

Postingan ini diedit 12Β jam, 39Β menit yang lalu.

|

#fiksi