Dunia Memang Keras, Nak
Ulasan berjalan A Series of Unfortunate Events karya Lemony Snicket.
The Bad Beginning
Pertama-tama, aku nggak paham kenapa seorang petugas bank bertanggung jawab akan pembagian harta warisan. Tapi biarlah dunia disini bekerja. Karena tidak semua hal bisa dipahami. Seperti misalnya kenapa setiap hal yang bisa disentuh saat ini harus dihargai dengan angka yang hanya ada 10 jenis itu.
Perkenalan dengan tiga saudara Baudelaire (yang tentu saja aku nggak ingat persis tulisannya bagaimana) lumayan berkesan. Sejak awal membuka buku ini, pembaca berulang kali diminta memikirkan ulang keputusannya untuk membaca buku pertama ini. Karena.... tidak ada bagus-bagusnya memang.
Awalnya ada setitik harapan dari tetangga Count Olaf, tapi dunia bekerja dengan sistem, Nak. Dan sistem tidak perlu menjelaskan diirnya. Sistem hanya perlu diikuti. Jadi mau tak mau, tiga bersaudara ini harus melawan dengan sistem.
Sebagai sulung perempuan, aku turut bangga akan tindakan dan pemikiran cepat Violet.
Tapi sebagai pembaca, aku agak menunggu momen luar biasa sampai akhir. Tapi nyaris anti klimaks menurutku. Tapi (lagi), sudah lumayan memuaskan untuk ukuranku. Cuma kurang mengagetkan aja.
Buku pertama ini, 3.5⭐ karena perkenalannya yang brutal.
The Reptile Room
Oke oke oke
Sudah mulai kuletakkan ketaksukaanku akan Mr. Poe.
Buku kedua ini nyaris bahagia. Sayangnya, Count Olaf datang lagi. Bikin nggak asik. Mana datengnya bener-bener mepet banget arrrgggghhhhhhhh
4⭐ untuk geregetennya.
Nggak bisa banyak cerita, karena aku suka harapan yang dibangun dari awal sampai nyaris akhir lalu datanglah keapesan berupa Count Olaf. Rasanya kayak makan permen super zuper tapi dibalik manis duluan baru asem banget dan tambah asem lagi semakin akhir hehehe
The Wide Window
Ini paling aneh sejauh ini.
Seorang yang punya banyak ketakutan tapi sangat memperhatikan tatanan kata-kata. Dan ketika diselamatkan bukannya terima kasih malah.... duh capek deh. Untung aja tiga bersaudara Baudelaire ini masih baik hati. Coba kalau ketemu saya. Pasti sudah tenggelem tu bibi.
Secara cerita, karena aneh banget dan bibinya nggak seru samsek, aku beri 3.5⭐ juga. Setidaknya ada sedikit ketegangan diakhir.
The Miserable Mill
Baru selesai tadi waktu sarapan. Ini yang paling brutal. Tiga bocah kecil disuruh kerja di tempat gergaji???
Udah gitu si Bos cuma bisa dipanggil Pak??????? Udah gitu nggak mau dikasih masukan??? Malah ngeyel kalau dia bos disana??? ehhhhhh mirip banyak orang di Indonesia.... apakah dia.... wehhhh Jangan-jangan supply rokoknya dari Indonesia nih orang. Mana dia ngerokok sampe nggak kelihatan mukanya. wah wah wah
Secara cerita, aku paling suka yang ada disini. Tiga bocah kecil ini harus berusaha sekuat kemampuan mereka untuk menyelamatkan satu sama lain. Juga Violet mengakui kalau bayi tidak terlalu bisa membantu beberapa situasi. Seperti saat dia butuh teman diskusi. Setidaknya dia jujur dengan keadaan juga.
Agak ikut khawatir juga karena mereka melawan permainan pikiran disini. Juga sedikit politik gelap juga. Secara mereka masih anak-anak, jadi menurutku kapasitasnya belum sampai sana. Tapi ternyata si sulung Violet kesayangan kita semua itu masih bisa berpikir.
4⭐ untuk kehebatan Violet berpikir cepat dan Klaus yang bisa bangkit dari penjara pikiran dan Sunny yang bergigi tajam.
Sampai sini, bisa disimpulkan kalau orang dewasa cuma bisa mengikuti sistem tanpa mau berpikir dan merasakan hal-hal disekitarnya. Seakan-akan orang dewasa langsung menjadi orang dewasa tanpa mengingat masa kecilnya.
Hari ini (21 Oktober 2026) baru mulai The Austere Academy Akan update entah kapan lagi. Sementara, begini dulu.
Selamat menghadapi kerasnya dunia.
Salam perjuangan!
Sekar💐👶
Previous |