lebih mudah bersinar di tempat yang gelap
Karena ini long weekend dan aku lagi di rumah, aku jadi banyak membuat sesuatu dengan benang-benang rajut yang masih menumpuk ini. Aku sedang bikin miniatur buket, semoga bisa jadi sebelum Senin depan.
Aku juga lumayan banyak bersantai karena sedang di rumah, tidak perlu berpikir mau makan pakai saos apa hari ini dan banyak camilan yang bisa kulahap hehehe. Tapi sepertinya memang perutku ini agak kurang nyaman kalau makan nasi banyak-banyak. Hmm perlu dipelajari lagi.
Beberapa minggu belakangan, entah kenapa, kalimat yang jadi judul postingan ini selalu lewat di kepalaku.
Padahal aku kurang suka tempat gelap. Aku lebih memilih panas-panas tanpa atap dibandingkan harus menanggung gelap kalau ada atap. Aku lebih nyaman berada di tempat yang terang, tapi gelap pun sebenarnya bukan sebuah halangan.
Anehnya, setelah beberapa tahun hidup di kebon, aku merasa lebih berani saat berada di tempat-tempat yang gelap. Aku juga tidak terlalu takut ada di tempat gelap sendirian. Aku kurang suka tempat gelap karena gelap cenderung membawa hawa dingin, itu yang membuatku kurang nyaman.
Tapi suatu waktu, aku lewat di jalanan super gelap tanpa lampu dan langit sedang mendung juga. Ada seorang perempuan yang sedang berdiri di ambang pintu rumahnya, dia entah bagaimana bercahaya. Sampai rumah, sebelum aku menghidupkan lampu kamar, aku memeriksa tanganku sendiri dalam gelap. Ternyata aku juga bercahaya dalam gelap. Padahal kulitku bukan termasuk yang kuning langsat atau putih. Kulitku sawo matang yang nyaris busuk wkwkwk item eksotis gitu lah. Tapi tetap bercahaya. Sejak itu, aku mengira semua manusia yang hidup pasti bercahaya.
Oh!
Aku pernah berpapasan dengan seorang Mbak berkulit gelap. Dari aksen berbicaranya, mungkin dia orang Indonesia timur. Dia bertanya letak sebuah gedung fakultas yang sedang kulewati waktu itu. Aku jawab sekenanya saja karena kebetulan aku hapal juga nama-nama gedung itu. Tapi perhatianku ada di wajah dan warna kulitnya. CANTIK BANGET WEI πππ Karena kulitnya yang gelap, matanya entah kenapa jadi terlihat lebih tajam dan bercahaya juga. Duh aku agak susah deskripsiinnya, tapi Mbaknya cantik banget. Kulit gelapnya menurutku bahkan lebih bercahaya siang terik itu.
Sayangnya, dulu aku masih penakut yang berpikir tujuh kali sebelum bisa mengeluarkan kalimat, "Mbak cantik banget!"
Agak menyesal karena tidak punya lagi kesempatan untuk mengatakannya, tapi setidaknya aku jadi tahu kalau sehitam apapun kulit manusia, pasti akan bercahaya.
Apa hubungannya dengan kalimat yang jadi judul itu? Nggak ada wkwkkwkwkwkwkw
Aku cuma pengen cerita aja sih. Kalimat itu dan dua peristiwa itu seakan menghantuiku akhir-akhir ini. Padahal sama-sama tidak bersangkutan dan aku sedang bersantai saja. Yah, setidaknya aku menulis sesuatu hari ini.
Ada satu pemikiran yang masih agak susah aku keluarkan terkait kamu lebih mudah bersinar di tempat yang gelap ini. Kalau ada lampu yang menerangi satu ruangan, tentu akan cukup terang. Kalau lampu itu diganti dengan sulut api yang lumayan besar, mungkin masih cukup terang tapi tidak terlalu terang bila dibandingkan dengan lampu. Kalau hanya ada lilin kecil di satu ruangan, mungkin tidak akan cukup terang, tapi setidaknya ada cahaya untuk melihat sesuatu. Tapi mau lampu atau lilin, semua orang yang ada di ruangan itu mau tidak mau harus beradaptasi dengan tingkat cahayanya.
Ada orang yang belum pernah mengalami lampu dan hanya punya terang lilin saja, saat menghadapi ruangan berlampu, aku yakin rasanya akan sangat terang. Bahkan mungkin terasa lebih terang dari sinar matahari. Begitupun sebaliknya, kalau orang yang senantiasa diberi cahaya seterang lampu untuk satu ruangan saja, lilin tidak akan membantunya melihat apapun di ruangan itu.
Yah. Ini brain dump sih namanya wkwkwkwkwkw
Aku lupa bawa buku jurnal baru (yang lama udah habis) dan flashdisk berisi linux ku yang ada obsidiannya juga ketinggalan di kos, jadi disinilah aku brain dump.
Yah, slamat malam. Semoga tanggal 2 Mei (yang mana adalah tanggal dimana Nenekku melahirkan Ibuku) ini adalah hari yang menyenangkan bagi pembaca sekalian!
Salam otak mumet hehehehehheeh
Previous |