sekar 💐

masih ngantuk

Terhitung sudah 49 hari aku nggak kemana-mana. Beneran cuma ada di satu tempat aja. Beneran nggak kemana-mana, keluar beli sesuatu pun nggak. Apakah aku merasa sehat? Nggak. Apakah aku merasa perlu keluar? Nggak juga wkwkkwkwkw

Tapi gapapa ges. Aku memang sedang nggak bisa kemana-mana.

Sekali lagi, aku bersyukur karena aku dapat banyak proyek. Kebetulan saja sejak aku pulang, aku banyak dapat proyek besar dan bertubi-tubi hehehe Seperti semingguan kemarin, aku banyak nggak tidur. Sejak Jumat kemarin bahkan mungkin aku cuma tidur total 6 jam aja. Itupun nggak teratur sama sekali. Mana Kemarin itu juga sambil mens. Mantaf sekali yah

Ada banyak hal yang pengen aku tulis. Tapi dikit-dikit aja dulu, karena aku masih harus mengerjakan banyak revisi kerjaan.

Ed

Oh ya..... tentang Ed Sheeran. Duh. gimana yah.

Aku baru baca-baca sedikit dan tahu sedikit banget tentang ini. Tapi aku merasa kecewa berat dengan keputusan dia yang begitu. Aspek yang paling aku pertanyakan dari logika dia adalah kenapa dia nggak mau membuka dunia setai-tainya ini ke anak-anak. Dia bahkan merasa perlu untuk minta maaf karena anak-anak yang ikut ke konsernya harus mendengar permintaan maafnya yang menyebut hal-hal buruk. Aku sampai harus mencari valiadasi apa video itu beneran dari konser dia. Takutnya kan AI gitu, ternyata beneran. Disitu aku ngerasa kecewa banget.

Padahal aku suka dia karena lagunya The A Team yang nyeritain PSK, itupun aku nikmati musik dan pesannya waktu umurku masih anak-anak. Aku salut dengan dia yang mau membuka dunia yang penuh kotoran itu. Tapi sekarang dia nggak mau menghadapi kenyataan? Ehhhhhh yaudah sih ya. Setiap manusia memang perlu berubah, bahkan senantiasa berubah. Cuma emang ada yang berubah menjadi lebih baik atau menjadi lebih buruk, tergantung.

Kali ini, dengan perasaan kecewaku ke Ed Sheeran (dan Lorde juga btw), aku jadi lebih hati-hati lagi mengonsumsi media. Terutama dalam bentuk lagu.

Tapi entah kenapa, kebetulan juga aku jarang dengerin lagu selain album LUX-nya Rosalía dan Childish-nya LUCY. Bener-bener on loop dua album itu. Selain itu, telingaku berisi podcast-podcast kesukaanku. Juga audiobook.

Fabuly

Menyambung audiobook ini, aku lagi banyak dengerin buku-buku klasik lewat fabuly. Sebenernya aplikasi ini hanya menggabungkan Project Gutenberg dan LibriVox. Tapi aku suka dengan ide yang jadi inti dari aplikasi ini. Di Fabuly, pengguna bisa mendengarkan sekaligus membaca buku-buku klasik. Aku udah ngikutin perkembangan aplikasi ini sejak sebelum aku hapus somed. Dulu tahu dari twittter (atau X if you like) dan langsung aku coba donwload di ponsel.

Padahal aku udah download banyak banget file audiobook dari LibriVox untuk stok sumpelan telinga. Tapi tetap saja aku baru banyak dengerin dari Fabuly. Selain fiturnya yang menarik itu, aku juga jadi bisa memilih buku-buku pendek saja dulu wkwkwkw Terus banyak buku yang nggak ada di radarku yang ternyata bagus ada di sana. Misalnya adalah seri Sherlock Holmes, yang awalnya aku nggak terlalu tertarik, tapi ternyata bagus juga.

Berbahagialah manusia-manusia yang punya akses internet pada jaman sekarang. Kita bisa minta dibacain buku oleh gawai kotak kecil seukuran saku.

Aku masih pakai Fabuly yang gratis. Cuma belum yakin untuk subs aja, karena aku masih maju mundur, dulu awal-awal mereka lebih suka generate sampul bukunya pakai AI. Sekarang pun kalau mau bayar juga sepahamku audionya diperbaiki dengan AI. Jadi...... yah masih maju mundur lah. Untuk sekarang, aku masih pakai versi gratisan dan sudah lumayan kok fiturnya.

Podcast

Aku pakai aplikasi Podcast Addict untuk mendengarkan podcast dan beberapa radio. Beberapa favoritku adalah Rotten Mango yang kudengarkan in an unhealthy amount of time wkwkkwkwkw The Rest is Science hehehe jujur aku dengerin ini karena kangen video-video VSauce aja sih, tapi ternyata seru juga. Accepting the Universe yang selow banget, kadang kalau mau tidur aku dengerin ini dulu. Kadang berhasil tidur, kadang malah ikut overthinking jadinya nggak jadi tidur wkkwkw Didi의 한국문화 Podcast (Korean Podcast) Selain suka dengan cara Mba Didi menyampaikan materinya, lumayan juga jadi bisa belajar Bahasa Korea dikit-dikit. Easy German: Learn German with native speakers | Deutsch lernen mit Muttersprachlern yang aku dengerin kalau nggak tahu mau dengerin apa lagi. Jujur, dengerin podcast ini aku nggak ngerti apa-apa, tapi seru aja wkwkwkkww Kemampuan Bahasa Jerman-ku sangat jongkok. Tapi seru aja.

Kadaaaaanggg banget juga aku dengerin Kepo Buku, tapi bahaya banget kalau dengerin ini tu kadang aku cengar-cengir sendiri secara nggak sadar. Vibesnya sama kalau aku lagi dengerin radio Delta sore-sore. Ampun humorku receh banget huhuhu jadi kalau dengerin Kepo Buku biasanya di sepertiga malam saja, supaya aman nggak ada yang tiba-tiba ke kamarku (nasib punya adik) dan ngelihatin aku cengir-cengir macam orang gila.

BTW kok bisa ya orang-orang nonton podcast? Di kepalaku tu podcast adalah media audio. Mungkin karena preferensiku yang demikian, aku jadi ketinggalan banyak dengan culture negeri sendiri. Jujur, aku belum nemu podcast berbahasa Indonesia yang nyaman aku dengerin selain Kepo Buku. (Shoutout ke Pak Rane I'm a fan!!!!!)

Oh, RRI Pro 1 jug bisa diikutkan disini wkkwkw Karena pagi-pagi Bapak selalu mulai berkegiatan dengan dengerin radio setelah nyari sebulan ini beliau nggak punya ponsel. Terus malam-malam juga selalu ngopi sambil menunggu Mbangun Deso mulai, kadang dengerin komunitas-komunitas ngobrol juga. Kadang bukan RRI, tapi ikut dengerin keroncongan juga. Atau drama radio (yang btw kadang saru banget ih, kok bisa ya).

Banyak banget media audio yang aku konsumsi akhir-akhir ini, tapi lagu-lagu cuma dua album itu. Tapi aku banyak membaca buku juga.

Bacaan

Karena banyak proyek yang bikin aku nggak bisa kemana-mana, entah kenapa aku jadi banyak baca. Nggak ada hubungannya, tapi beneran jadi lebih banyak baca rasanya.

Anyway, setelah iPusnas sehat lagi, aku berhasil menamatkan 7 Years of Darkness dan Senyum Karyamin dan sekarang sedang otw baca Aku Ini Binatang Jalang yang.... yah kayaknya aku kurang cocok dengan puisi. Nggak tahu kenapa loadingku lama banget kalau baca buku puisi tuh. Tapi aku jadi paham kenapa Chairil Anwar bisa se-legendaris itu.

Selanjutnya, aku masih pengen nerusin A Series of Unfortunate Events hihihihihii alias melihat anak-anak tersiksa (ehhhhh agak aneh, tapi seru ges, beneran).

Tidur

Yah, ini yang paling dibutuhkan. Tapi apa habis ini aku akan tidur? Nggak juga wkkwkwkwkwkw asem

Mungkin karena ini, waktu aku beneran bisa sendirian dan bisa nggak ngapa-ngapain (alias waktu ada me-time), aku cuma ngerasa pengen tidur aja. Makanya, kadang banget aku memaksa diriku sendiri buat me-time keluar biar nggak rebahan mulu. Tapi jujur, yang paling aku butuhkan sekarang adalah tidur sih.

Dua atau tiga jam lagi lah ya. hhhhhhhhhhhhhhhhhh

Semoga nggak gila aja.

Salam (berusaha) waras!

Met bobo,

Sekar💐😴

Postingan ini diedit 0 menit yang lalu.

|

#short-post