sekar πŸ’

Menyebalkan

Rasanya ingin berakhir disini saja. Menyukaimu dalam diam menyebalkan. Nyaman hanya dengan pengetahuan akan kehadiranmu, menyebalkan. Bahagia hanya dengan senyummu, sangat menyebalkan. Lebih-lebih lagi, berhasil mengunjungi instagrammu tanpa menyentuh tanda hati di satupun fotomu, justru membuatku merasa kesal karena aku melakukan selebrasi akan hal tidak penting itu.

Sampai disini, mungkin kamu akan tahu kalau aku sedikit banyak merasa kesal hanya dengan menyukaimu. Beberapa kali juga aku merasa sedih hanya karena menyukaimu. Kesal dan sedih, yang aku tahu, keduanya adalah emosi negatif. Orang lain, akan berhenti menyukaimu apabila keadaannya demikian, mungkin. Tapi aku justru lebih tertantang dengan keadaan yang demikian.

Bagiku, melawan diriku sendiri adalah pertarungan paling keren yang pernah aku tahu.

Seperti kamu yang selalu mencoba untuk mengerjakan tugas-tugasmu akhir-akhir ini, tidak seperti dua tahun lalu. Kamu tidak pernah menyinggung ini dimanapun, tapi aku tahu, kamu berhasil melawan-apapun itu-dalam dirimu yang masih ada dua tahun lalu. Dan kamu keren.

Jadi, pada akhirnya, aku memutuskan untuk juga melawan emosi-emosi negatif itu. Untuk tetap menyukaimu.

Meskipun aku tahu dan paham betul mengapa aku menangis di malam-malam menyebalkanku.

Meskipun aku paham benar alasann aku cepat-cepat menyeka mataku sebelum kamu menyadari tetesan menyebalkan ini saat presentasi dua hari yang lalu.

Mungkin, siapa tahu, kebetulan, kamu pun juga melakukannya. Untukku, beberapa kali.

Semoga.

Postingan ini diedit 2Β minggu yang lalu.

|

#fiksi #surat-cinta