Sawi Goreng
Bahan-bahan:
- Sawi putih (pernah coba dengan kubis dan pakcoi dan pagoda, enak juga, secara teori, kale juga mungkin akan enak, tapi belum pernah coba)
- tepung bumbu serba guna yang gurih (jangan yang pisang goreng, tapi kalau dirasa enak, gas saja. Remember that you have a little free will! Merdeka!!!!!!!)
- tepung terigu serba guna (tak peduli protein rendah sedang tinggi, yang ada saja)
- garam
- penyedap kalau dirasa belum sedap
- isian lain, disesuaikan. Contoh sederhana adalah diisi daun bawang atau daun bawang merah atau kucai atau sosis atau bakso atau wortel cincang atau pegagan cincang atau apapun yang dirasa masuk (tidak saya sarankan pakai pisang cincang {tapi sepertinya kalau pisang mentah cincang masih lumayan masuk, belum pernah coba, tapi menarik})
- air
Cara membuat:
- Buat adonan tepung bumbu dan terigu serba guna, tambahkan air. Konsistensi yang disarankan adalah konsistensi adonan bakwan/tempe goreng/pisang goreng.
- Tambahkan garam, penyedap, dan isian lain apabila dirasa perlu.
- Masukkan sawi putih (atau kubis) yang sudah dipotong-potong sesuai selera. Bisa juga tak usah dipotong, resep aslinya tidak dipotong. Sesuaikan juga dengan ukuran alat masak memasak yang dimiliki. Biasanya saya potong menjadi empat bagian yang jelas: bagian pantat yang sudah tak ada daun, bagian pinggang yang sudah punya pantat tapi sudah ada daun, bagian dada yang masih punya pantat tapi masih banyak daun, dan bagian kepala daun yang tak punya pantat.
- Goreng dengan minyak sedikit kalau alat goreng tak punya fungsi anti lengket. Kalau masih punya fungsi canggih berupa anti lengket, bisa digoreng tanpa minyak. Atau mungkin bisa matang di air fryer (?)
- Nikmati selagi hangat dengan cocolan alternatif sebagai berikut: kecap asin, kecap manis, bon cabe, cabe rawit, nasi, saos pedas, atau sup.
Catatan tambahan: Resep ini adalah resep bodoh lainnya yang dibuat oleh perempuan yang dapat gelar "masak air saja bisa gosong" dari adik-adiknya. Mungkin akan lebih pantas kalau dimasak dengan menambahkan bumbu paling tidak bawang putih halus atau bubuk dashi atau semacamnya. Juga membuat saos cocolan dengan lebih niat. Tapi aku biasa masak sekaligus makan ini di depan kompor (percayalah, lebih enak) sehingga nyaris tidak ada orang yang akan berkomentar tentang rasanya kecuali aku sendiri. Masakan ini menurutku bukan masakan yang akan enak dimakan saat dingin juga, jadi ada baiknya langsung habis begitu bisa masuk mulut (adalah logika manusia rakus).
Kalau mau melihat dan (sangat disarankan) meniru resep aslinya, bisa nonton disini:
atau baca blog beliau disini
Selamat makan malam!
Sekar ππ
Previous |