sekilas kabar kucing
Beberapa hari ini, kucing yang ada di rumah (yang baru-baru ini menjadi Mbokcil), kehilangan satu per satu anak-anaknya. Awalnya biasa saja, empat anaknya menyambut dunia dengan gemuk dan banyak diamnya. Baru sekitar empat harian ini mereka mulai banyak bersuara dan bergerak kesana-kemari seperti gelisah. Begitupun dengan ibunya. Usaha yang diambil olehnya adalah pindah ke banyak tempat. Tapi anak-anaknya masih banyak menangis dan terlihat tidak nyaman di semua tempat itu. Sampai kemarin tetiba tinggal tiga ekor, lalu pagi ini tinggal satu ekor anaknya. Ekornya pun sudah basah kuyup dan terjangkit entah apa putih-putih seperti jamur.
Sebagai keluarga yang tidak paham per-kucing-an sama sekali, kami hanya bisa menyerahkan keputusan-keputusan perawatan kepada Mbokcil saja. Padahal ini adalah kelahiran pertamanya.
Dia sendiri pun adalah sebuah keajaiban bisa bertahan sampai melahirkan empat ekor anak gemuk gemuk seperti itu. Dulu, ibunya hamil dalam keadaan stress setelah ekornya diikat karet oleh entah siapa dan tetiba sudah jadi setengah saja ekornya. Ibunya bertahan dengan mendekati rumah paling sepi dan tetap menjauh tapi berusaha dalam pandangan manusia, yaitu rumah kami. Selama hamil Mbokcil dan dua saudaranya, ibunya kerap duduk di pangkuanku. Tidak ingin dielus karena selalu langsung beranjak kalau kuelus-elus. Tapi langsung duduk sampai tidur nyaman di pangkuanku. Jadi, aku hanya diam dan bekerja sebagai kursi baginya.
Lahir Mbokcil pun sangat tiba-tiba dan dua saudara Mbokcil dibunuh oleh ibunya sendiri karena nyaris tidak bisa berdiri tegak setelah keduanya bertubuh sangat dingin selama berhari-hari.
Mbokcil pun dulu sudah kedinginan selama beberapa hari. Tapi dia selalu mencari kehangatan dengan tidur di bokong-bokong manusia yang kelihatan tidak terlalu masalah ini (aku dan adik-adikku). Jangan tanya kenapa dia suka tidur di bagian pantat. Kami sendiripun bingung. Kadang, adikku memeluk Mbokcil di tempat yang lebih normal seperti tangan atau dadanya. Tapi bangun-bangun dia sudah ada di bagian pantat.
Sampai sekarang, Mbokcil adalah satu-satunya kucing kecil yang menguasai rumah kami dan kebun yang mengelilinginya. Makanannya ikan keranjangan atau hati ampela ayam atau alpukat atau tempe atau gandum goreng atau ikan wader goreng atau kadal atau tikus atau belalang atau kupu-kupu. Ibunya beserta adik-adiknya dibuang Ibuku beberapa bulan yang lalu. (Ah, aku tidak ingin menjelaskan tentang ini)
Sekian kabar kucing hari ini.
Salam,
Sekar ππ