sekar 💐

Surat yang Belum Terkirim – Beban

Why the fck are you saying that you’re “beban”? Sorry, aku sedang sedih hari ini dan sensitif karena topik ini. I have no one to talk to, but let me tell you (and also myself). Tidak ada orang lain yang menjadi beban bagi orang lain. Manusia kan pada dasarnya cuma hidup atas kemauannya masing-masing. Sama sekali ga akan ngurusin hidup orang lain. Pun begitu dengan komunitas. Emangnya kamu bikin orang lain susah? Kalaupun iya, itu risiko dia dong. Saat seseorang ketemu orang lain, dia mau tidak mau harus menerima masa lalu, saat ini, dan rencana orang lain. Sama halnya dengan kekurangan, kelebihan, keanehan, kebiasaan, semuanya tentang orang lain. Mau tidak mau harus diterima. Kalau nggak mau, silakan pergi, itu kan hukumnya?

We’re here because we need to be here. Kamu disini karena kamu butuh belajar. Sama halnya dengan semua orang yang disini karena butuh belajar.

Tidak ada yang disini karena membutuhkan beban dan disini karena dirinya beban.
Lagian, sebuah komunitas, mau dipaksa ataupun tidak kalau sudah sepakat untuk bekerja bersama nggak ada yang namanya masalahmu, masalahku, masalah dia, dll. Yang ada adalah masalah bersama.

You’ve done a great job, you’re not “beban”. Sama sekali. Kamu membantu semua orang disini, begitupun semua orang membantu kamu disini. Sekali lagi, kerja bagus. Thanks.


Surat ini ingin aku kirimkan kepada seseorang yang dulu berpisah dengan kalimat menyebalkan tepat seperti ini:

Terima kasih ya, teman-teman atas bantuannya selama ini. Maaf juga kalau aku malah cuma jadi beban di kelompok ini.

seseorang

Aku menulis itu di roomchat kita berdua (aku dan seseorang tersebut) tapi tidak mengirimkannya. Terlalu takut menyakiti perasaannya. Jadi, aku simpan sampai sekarang.

Masih Di Depan Kerjaan, 30 Juli 2022


Catatan tambahan 11 Maret 2026

Ini adalah surat yang ingin aku kirimkan ke orang yang sama dengan Surat Cinta karena aku sayang banget sama dia. Sayangnya waktu itu, dia belum terlalu menyayangi dirinya sendiri. Kadang dia secara tidak langsung memperlihatkan betapa marahnya dia ke dirinya sendiri seperti ini, dan aku juga ikut marah, karena aku juga marah ke diriku sendiri waktu itu. Yah, rasanya aku banyak bercermin ke dia selama ini. Aku sudah lama tidak menyambung komunikasi dengannya, aku juga nggak berniat memulai komunikasi dengannya. Alasannya sederhana saja, aku terlalu malu wkwkkwkw

Aku memang masih malu untuk mengakui kalau aku ini malu-maluin wkkwkwwk

Dulu aku masih kecil dan berantakan mikirnya. Aku putuskan untuk menerbitkan versi asli yang mana aku sendiri sekarang banyak tidak setuju dengan diriku yang lalu. Tapi, menurutku tulisan-tulisan semacam inilah yang bisa disebut dengan "bertumbuh".

Postingan ini diedit 4 minggu, 2 hari yang lalu.

|

#buah-pikir #fiksi #surat-cinta