Apakah ini Sebuah Kesimpulan
Awalnya, aku benar-benar mengira kalau aku memang menyukai kamu.
Kau tau apa yang aku rasakan sekarang?
Sebenarnya, tidak ada. Begitupun dengan dulu. Aku hanya menyukai rasa jika aku menyukaimu. Kukira, aku tidak benar-benar menyukaimu sekarang, pun dengan dulu.
Begitu aku sadar akan hal ini, rasanya biasa saja mendengar suaramu.
Rasanya biasa saja melihat pop-up chat darimu.
Rasanya biasa saja mengetahui kamu membaca sesuatu yang aku tulis.
Tapi
Saat ini aku juga merasakan hal yang biasa dengan apapun.
Rasanya biasa saja saat aku ingin mati.
Rasanya biasa saja saat aku justru bertahan hidup.
Rasanya sangat biasa saja saat aku melakukan kesalahan.
Rasanya amat sangat biasa saja saat aku benar.
Antara aku sama sekali tidak merasakan apapun pada apapun atau memang aku tidak merasakan apapun lagi padamu, mungkin itu sebuah pertanyaan yang harus aku tanyakan sekarang.
Aku tidak pernah memintamu untuk menunggu, hanya saja aku berharap kamu mau menunggu.
Bukan menungguku, tapi menunggu keputusanku.
Semoga saja, keputusanku cepat-cepat terputuskan.