sekar 💐

Cita-Cita Yang Cukup Penting Sehingga Tidak Terlupakan

Postingan ini diedit 2 bulan, 3 minggu yang lalu.

Ketika Siaran Tidak Langsung Bersama Bayi melakukan wawancara dengannya dan menanyakan cita-cita masa depannya, Mo tidak menjawab 'produsen popok' ataupun 'anggota pramuka' seperti yang diduga Nona Gigi, yang merupakan penggemar siaran tersebut, melainkan 'cukup penting hingga orang tidak akan bisa melupakan dia meskipun dia tinggal menyendiri di kabin terapung di tengah lautan.' Tentu yang bisa dipahami dari ucapan ini adalah: Mo Yang Paling Kecil Mo paham bahwa dilupakan adalah hal yang menakutkan, dan bahwa ia mendambakan hidup makmur dalam ketenangan.

—Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie dalam Kita Pergi Hari Ini

Konteks nya sedang membicarakan mengenai cita-cita Mo Yang Paling Kecil Mo yang bercita-cita menjadi produsen popok atau anggota pramuka karena dia berencana membuat popok yang bisa membilas dirinya sendiri dan punya kemampuan membuat banyak kesimpulan. Aku terkesan dengan jawaban Mo Yang Paling Kecil Mo. Tapi, aku kurang paham mengapa pemahaman perkataan Mo Yang Paling Kecil Mo adalah demikian. Karena menurutku, jawaban Mo Yang Paling Kecil Mo sudah sangat lugas dan begitu tersurat: dia memiliki cita-cita yang cukup penting sehingga orang tidak akan bisa melupakan dia meskipun dia tinggal menyendiri di kabin terapung di tengah lautan. Produsen popok dan anggota pramuka memang cukup penting hingga orang tidak akan bisa melupakan dia meskipun dia tinggal menyendiri di kabin terapung di tengah lautan.

Aku meniru gaya menulis Kak Ziggy di novel Kita Pergi Hari Ini. Aku suka gaya menulis yang seperti ini. It's disturbingly repetitive tapi tetep dapet poin yang dimaksud. Sebenarnya mudah saja aturannya, panjangkan subjek atau predikat atau objek atau keterangannya. Atau, kalau mau, panjangkan semuanya. Misalnya paragraf diatas, kalau disederhanakan menjadi:

Konteks nya sedang membicarakan mengenai cita-cita Mo yang ingin menjadi produsen popok yang bisa membilas dirinya sendiri atau anggota pramuka karena dia memiliki kemampuan membuat banyak kesimpulan. Aku terkesan dengan jawaban Mo. Tapi, aku kurang paham menagapa perkataan Mo dipahami demikian. Karena menurutku, jawaban Mo sudah lugas: dia memiliki cita-cita yang cukup penting. Produsen popok dan anggota pramuka memang cukup penting.

See? We barely miss any point. Tapi banyak TMI yang terlewatkan dan "perasaan pemastian" juga ikut terlewatkan. Mungkin, pemahamanku tentang tulisan Kak Ziggy ini salah. Tapi, aku nggak masalah, sepanjang aku juga belajar sesuatu, meskipun mungkin salah. Pun kalau aku nantinya tahu kalau ini salah, aku akan tahu bahwa yang aku pelajari adalah sebuah kesalahan. Bukan proses belajarnya yang salah.

Anyway. Cita-cita yang cukup-penting-dst itu mengesankan, memang. Aku berencana untuk mengatakan hal yang sama kepada orang yang meremehkan cita-citaku menjadi petani dan pembuat buku dan pekerja lepas yang bahagia. Tapi jarang sih yang meremehkan aku. Soalnya aku nyeremin wkwkwkwkwkwkwk dan keliatan galak wkwkkkwkwkwk

Di Dalam Rumah yang Masih Ramai, 28 Juli 2022


Edit 2025

Akhir-akhir ini aku pengen post tulisan-tulisanku yang tercecer dimana-mana itu ke sini. Tolong maklumi kalau kesannya agak berisik ya....

Tulisan ini pernah aku publikasikan ke blog wordpress yang sampai sekarang masih ada, tapi aku sembunyikan postingannya sedikit demi sedikit. Aku ingin pindahkan kesini sedikit demi sedikit juga.

Aku ingin ketemu dengan diriku dari 5 tahun yang lalu dan merayakan keberhasilannya bertahan hingga saat ini. Kali ini, diriku yang tiga tahun yang lalu sedang sangat bahagia ketika membaca buku. Kurang lebih sama dengan diriku yang sekarang. Aku juga masih suka dengan tulisan-tulisan Kak Ziggy, masih amat sangat menyukai repetisi yang dia lakukan juga. Bahkan malah lebih menikmatinya dengan ceria hehehe

Semoga hari semua orang bahagia hari ini.

|

#buah-pikir