Dibacakan Cerita dalam Bahasa Jawa
Sekitar siang tadi selama kurang lebih empat jam, aku mendengarkan radio Retjo Buntung. Setelah beberapa lagu tahun 90-an dan Koes Plus dan beberapa berita, ada segmen pembacaan cerita dalam bahasa Jawa. Dulu, aku suka sekali segmen ini. Aku ingat sekali pernah mendengarkan cerita tentang pembunuhan siang-siang lewat segmen ini. Aku lupa judulnya apa cerita yang kumaksud itu. Yang jelas saat masih SD aku rela pulang cepat tanpa mampir beli pop ice demi segmen itu.
Sudah sangat lama melupakan segmen kesayangan itu, aku kaget karena hari ini tidak sengaja berjumpa lagi.
Judul cerita yang tayang hari ini adalah Panggodaning Iblis karya Any Asmara. Kalau tidak salah, tadi diudarakan bagian 4-nya. Aku lupa pembaca ceritanya siapa, tapi kalau tidak salah ingat, suaranya sama dengan terakhir aku mendengarkan segmen ini.
Aku dikagetkan lagi dengan konten cerita yang sangat ecchi wkwkwkw astaga aku dulu gatau begituan.
Anyway, cerita ini tentang kisah cinta segitiga antara Mulyono, Sunarti, dan Darmono. Habis ini spoiler hehehe
INI SPOILER
Secara umum aku menangkap kalau orang tua Sunarti lebih setuju dengan Darmono dibanding dengan Mulyono yang miskin. Lalu jadi merambat ke Sunarti yang berubah semenjak bertemu Mulyono. Bagian akhirnya secara samar mengisahkan bagaimana Darmono nyaris memerkosa Sunarti di ruang publik. Parahnya, Mulyono sedang melilhat aksi mereka berdua dengan menyamar sebagai perumput di dekat tkp. Astaga.Sebenarnya isi cerita ini tidak jauh berbeda dengan cerpen di wattpad, tapi aku lebih suka pembawaannya dalam bahasa Jawa karena lebih dekat dengan keseharianku yang dulu full berbahasa Jawa. Aku juga suka belajar kosa kata baru tanpa harus membuka kamus dari cerita-cerita itu. Aku lebih gampang mengingat kosa kata yang aku pahami konteksnya daripada mencari di kamus.
Selain pembacaan cerita dalam bahasa Jawa, aku juga sangat suka dengan drama bahasa Jawa yang biasanya mengudara tengah malam atau pukul 2 pagi. Dulu, aku rela bangun malam dengan alasan belajar padahal aku menanti-nanti drama itu. Untuk drama tengah malam itu, ceritanya lebih berani dan lebih semarak backsound-nya. Banyak diantara ceritanya horror atau setidaknya menyentuh tema spiritual.
Sebagai penggemar majalah Hidayah, aku amat sangat suka cerita-cerita begituan wkwkwk Sampai sekarang aku juga suka cerita-cerita horor yang tidak terlalu horor begitu.
Hari ini aku kembali ke jaman SD-SMP itu, nyaris 15 tahun yang lalu. Namun dengan pemikiran yang lebih dewasa. Aku merasa.... agak menyesal karena hanya mendengarkan cerita dan drama itu saja. Sekarang, aku bahkan kesulitan untuk menceritakan sesuatu dengan bahasa Jawa penuh. Kata beberapa teman dan orang yang pernah bertemu denganku, aksen bahasa Jawa yang aku miliki seperti campuran Semarang dan Jawa Timur. Bahkan pada masa mahasiswa baru, nyaris setengah teman-teman baruku waktu itu tidak percaya kalau aku ini orang Jogja wkwkw Kebanyakan mengira kalau aku orang Semarang atau Jawa Timur. Bahkan entah bagaimana ada yang mengira aku orang Bandung saat mendengar bahasa Indonesiaku.
Tahun lalu aku mencoba membaca sastra Jawa lebih banyak, tapi belum cukup banyak menurutku. Tahun ini aku akan mencari lebih banyak bacaan dalam bahasa Jawa dan membacanya. Terutama aku sangat penasaran dengan cara berpakaian wanita Jawa jaman dulu. Kalau ada yang punya referensi, tolong beri tahu ya!
Sekian nostalgia hari ini hehehe Aku mau lanjut menyelesaikan buku-buku untuk tahun ini.
Semoga apapun kegiatanmu hari ini, kamu lakukan dengan bahagia, ya!