Kukenang Kau sebagai Surat Cinta Murahan
Seorang kawan tahu kalau kau dan aku tidak pernah punya pandangan yang sama
Dia hanya diam ketika aku mengaku pernah memandangmu dengan perasaan berbunga
Kawan lain tidak akan pernah tahu kalau aku memandangmu demikian
Tapi ia senantiasa membicarakanmu, seakan aku ingin mendengarnya
Semakin ia mengatakan sesuatu tentangmu, semakin aku membencinya
Aku jadi semakin tahu bagaimana kau menghadapi dunia
Aku jadi semakin paham kenapa kau melakukannya
Lucunya, aku semakin membencinya
Hidup dengan mengiba kasih sayang
Berusaha menjadi yang tersayang
Bahkan, air liurmu kukira sampai keluar jika mendengar betapa indahnya masa depanmu jika berhasil menaklukan si dia dan sang ketua atau bahkan sang tuan
Oh, betapa beruntungnya
Setidaknya kau hanya jadi mimpiku dalam bentuk kata
Oh, betapa kelamnya masa itu
Ternyata aku dulu memandang dunia layaknya seorang hamba, mengiba, nyaris merana
Syukurlah
Ternyata aku sudah lebih dewasa
Setidaknya, kau menyumbang kedewasaan ini
Setidaknya, aku pernah menyayangimu
Semoga hidupmu bahagia.