sekar πŸ’

mari kembali bekerja

Dua hari ini aku menangis berturut-turut. Tentu saja, salah satu alasannya adalah karena dini hari begini aku masih harus membuka mata dan bahuku sudah membengkok seperti akan menyatu dengan layar laptop yang entah kenapa jadi lebih jelas dibanding kucing yang sedang bergeal-geol di depanku itu. Intinya, aku menyalahkan keadaan kekurangan tidurku.

Seperti biasa, aku merasa sendirian lagi.

Kemarin dan kemarinnya dan kemarinnya, aku berusaha mencari tangan untuk dipegang. Sekadar demi mengingatkanku kalau mengakhiri segalanya tidak masuk dalam daftar pilihan. Atau setidaknya, menamparku dengan fakta bahwa aku bahkan belum memulai apapun. Intinya, aku sudah berusaha mencari bantuan.

Tapi kadang pencarian itu tak membuahkan hasil, kan?

Anehnya, aku malah merasa bahwa pencarian yang membuahkan hasil justru kurang nyaman bagiku. Biasanya, aku mencari tanpa hasil. Lalu merasa sendirian. Lalu perlahan bangkit sendiri juga (dengan susah payah). Tentu saja, sambil me-moisturizer bola mataku dengan hidrasi alami heheheheheheheheehehehhehehehehee

Seperti biasa, aku tidak bisa memutuskan apakah aku perlu tidur atau teman bercerita.

Kembali lagi, seperti biasa, aku tidak memilih keduanya.

Postingan ini diedit 1Β hari, 6Β jam yang lalu.

|

#short-post