Menghilang Hanya Dilakukan oleh yang Pernah Ada
Bagaimana kabarmu,
Apa keluarga baik-baik saja,
Apa ada waktu untuk berjumpa,
Mungkin menikmati secangkir kopi atau es pisang ijo,
Mungkin menghabiskan semangkuk bakso atau sepiring aglio olio,
Kalau tidak bisa juga tak apa,
Aku cuma kangen kok,
Mungkin karena sudah lama tak jumpa.
aku hanya tidak ingin berbincang denganmu jadi olahraga otak saja; karena dulu kita pernah sekadar bertemu lalu tertawa terbahak melihat tas orang lain terbuka; sekarang kalau ada tas orang asing terbuka, apa yang kamu lakukan; aku hanya tersenyum tipis sambil berusaha memberitahukan ke orang itu;
semakin kangen, aku semakin lapar; tapi mau mi ayam atau bakso atau ayam geprek atau mac 'n cheese yang masuk ke perutku, rasanya tetap sama; karena aku ingin kamu; bukan untuk dimakan, hanya bertemu;
apakah kamu berubah? kenapa berubah? sejak kapan kamu tidak menyapaku dan aku tidak menyapamu? apakah kamu masih suka mi ayam bakso? atau kamu harus makan overnight oats untuk sarapan?
Bagaimana kabarmu?
Apakah kamu masih disana?
Mau kemana?
Kapan pulang?
Akankah pulang?
Apakah pulang kesini?
aku berharap aku masih menjadi rumahmu, tapi aku tidak pernah bisa mengubah jalan orang lain, apalagi kamu
setidaknya, aku masih disini, menjaga rumahku sendiri, tidak pernah pergi, hanya ada disini, karena aku selalu pulang ke rumahku sendiri setelah tidak pernah pergi,
kalau-kalau kamu butuh pulang, ketahuilah kalau ini juga masih rumahmu
Aku disini.
Depan Jemuran, 29 Januari 2026
Sekar🍒