52 Buku untuk 2026
Mungkin akan terdengar seperti rekaman rusak, tapi aku ingin pamer lagi kalau setiap tahun selama lima tahun terakhir ini aku rutin membuat buku A6 untuk jurnal harian. Sebelumnya, sejak tahun 2016, aku membuat buku hardcover berukuran A5 untuk jurnal harian. Setelah mencoba-coba ukuran A6, aku merasa lebih cocok dengan ukuran yang mini ini.

Tahun ini, aku membuat mereka. Satu buku agak tebal untuk kawanku, dan 51 buku lain yang berisi 32 atau 48 halaman. Tahun ini aku mencoba dua hal sekaligus dengan jurnalku; buku yang lebih tipis dan kertas bertitik atau bergaris. Sejak masa kuliah aku selalu menggunakan kertas polos untuk menulis. Dulu semasa kuliah aku pakai kertas hvs yang biasa untuk nge-print itu aja, bawa 4 lembar yang kulipat jadi dua untuk masing-masing mata kuliah. Lalu setelah covid, aku agak upgrade sedikit dengan mencari kertas hvs 100 gsm biar bisa kugambari dengan spidol wkwk Lalu sebagai hadiah menyelesaikan draft skripsi pertamaku (yang ditolak mentah-mentah huhu), aku membeli satu rim bookpaper 90 gsm. Polosan juga. Itu aku pakai sebagai bahan membuat jurnal dan buku-buku random lainnya selama kurang lebih dua tahun.
Tahun lalu aku membeli bookpaper 90 gsm lagi tapi ecer saja, 150 lembar ukuran hvs A4 jadi 300 lembar ukuran A5 dan dilipat dua lagi jadi lebih banyak halaman A6. Sampai-sampai masih ada 3 buku yang belum aku selesaikan tahun lalu. Ketiganya memang aku pakai untuk intensi yang sama dengan tahun lalu ditahun ini; buku belajar, media jurnal, dan buku tempat sampah hehehe

Tahun ini aku ingin mencoba hal baru dengan membeli bookpaper 90 gsm ukuran A5 dengan print dotted dan grid. Jadi, aku tinggal melipat, membolong, dan menjahitnya saja. Dari total 500 lembar kertas A5, jadilah sekitar 50 buku A6 berisi 32 atau 48 halaman. Dua buku lainnya kubuat dengan kertas yang polos sisa tahun lalu. Keduanya aku berikan untuk kawanku, karena kebetulan dia butuh.

Sejak tanggal 1 kemarin, aku masih pakai buku ini. Bersampul sulaman buket bunga sederhana yang sangat kelihatan kalau sedang belajar dan berisi 24 halaman saja. Aku menjilidnya dengan metode jilid saddle stitch dengan menggunakan benang sulam yang kulumuri wax. Sampulnya aku buat dengan merekatkan kertas kraft dengan kertas coklat menggunakan lem tepung terigu buatan sendiri. Sebagai tambahan perlindungan, aku membuat sampul dari sampul mika yang dislomot agar bisa dipakai lagi.
Dua bahan yang aku beli untuk proyek pembuatan buku tahun ini adalah 500 lembar bookpaper 90gsm dan sampul mika. Aku beli kertasnya di dua toko online demi melihat perbedaan kualitasnya. 200 lembar pertama aku beli di Rebco dan 300 lembar lainnya aku beli di bukuqu. Untuk ketebalan kertas dan kualitasnya, menurutku mirip. Grain-nya juga berbeda-beda. Mungkin mereka memotong kertasnya berbeda-beda arahnya setiap batch. Tapi aku nggak masalah sih dengan itu. Toh kalau dipress juga bakalan sama flatnya. Yang kelihatan sangat berbeda adalah kualitas cetakan dan potongannya. Yang dari Rebco kelihatan lebih samar cetakannya, jadi titik-titik dan garisnya nyaris berwarna kebiruan semu. Kalau yang dari bukuqu cetakannya jelas sekali, nyaris seperti digambar dengan pena berukuran 0.28. Buatku, agak mengganggu sih. Karena kan aku biasanya nulis tanpa hambatan gitu, bebas lepas polosan wkwkw Tapiiii yaudah sih, tetap akan aku pakai demi percobaan. Kualitas potongan dari bukuqu juga lebih industrial menurutku. Nyaris tidak kelihatan potongannya sama sekali. Awalnya aku agak terganggu dengan itu, tapiiiii lagi-lagi, yasudahlah~
Setelah bertahun-tahun membuat buku dengan memotong satu-satu kertas A4 agar menjadi A5 kemudian ketemu dengan kertas-kertas A5 yang nyaris sangat sempurna itu bikin aku kaget. Tapi karena sudah memutuskan untuk mencoba hal baru tahun ini, aku akan bertahan dengan kekagetan itu dan kusimpan saja dan terus melaju~ hehehee
Selama 14 hari menulis di kertas bertitik-titik, aku belum merasakan perubahan apapun selain merasa tulisanku semakin rapih saja. Tapi waktu menulis di buku media jurnal yang polos, aku merasa tulisanku jadi relatif lebih lurus dibanding sebelumnya. Tapi belum bisa dibuktikan lagi sih. Aku belum banyak menulis di kedua kertas itu jadi belum bisa dibandingkan dengan tulisan-tulisanku di kertas polos. Kapan-kapan akan kuceritakan pengalaman dan mindsetku ketika menulis di kertas polos.
Tahun ini, aku menggunakan total 6 buku sekaligus sebagai jurnal. Satu yang pertama dan utama, aku pakai untuk menulis jurnal harian seperti biasa. Kadang aku nulis sambil senyum gaje, kadang sambil nangis-nangis, kadang sambil ngantuk, dan kadang sambil digigiti kucing. Buku kedua aku gunakan sebagai buku tracker hal-hal yang ingin aku amati dari diriku sendiri; misalnya siklus menstruasi, ukuran badan, dan makanan. Aku juga memutuskan untuk menulis satu kalimat singkat untuk mengingat hari-hariku. Buku ketiga kugunakan untuk kembali belajar menggambar sekaligus merencanakan proyek-proyek hobi fiberku; merajut, menjahit, dan merenda. Buku keempat aku gunakan untuk mencatat konsumsi mediaku. Buku itu sudah aku gunakan sejak tahun lalu, aku lanjutkan saja agar aku tidak bingung. Buku ini aku namakan sebagai media journal. Buku kelima juga sudah aku gunakan sejak tahun lalu, aku pakai sebagai buku catatan belajar mandiriku. Salinan catatan itu ada di link kebunku yang masih nganggur itu kwkwkw Buku terakhir aku gunakan untuk menulis suatu hal kalau aku tidak ingin menulisnya di laptop atau ponsel atau jurnal harian. Biasanya tulisan sampah tentang sesuatu. Buku ini juga sudah aku gunakan sejak tahun lalu. Dari enam buku itu, tidak semuanya setiap hari kubuka. Paling banter aku buka dua atau tiga buku dalam satu hari. Lainnya aku buka atau gunakan saat butuh saja.
Disamping itu, aku masih ditemani oleh catatan digitalku.
Yaaaaaaa aku memang banyak menulis hehehehehe makanya aku menyediakan berbagai media untuk aku tulis.
Aku yakin kalau 52 buku itu tidak akan habis kulahap sendiri. Jadi aku memberikannya ke teman-temanku. Kalau kamu berminat menulis dengan buku kecil tahun ini dan ingin mencoba menggunakan buku buatan tanganku, hubungi aku lewat email! Akan kukirimkan beberapa~