sekar πŸ’

Pembersih Kepala

Buku itu milik seorang pemimpi. Setiap hari buku itu dibuka, dipandangi, lalu ditutup lagi.

Hanya ia seorang yang pernah menyentuh buku itu.

Tidak ada setitik tintapun di buku itu.

Sampulnya saja yang terlihat usang. Sama seperti sampul-sampul buku seusianya yang sering dibuka dan ditutup.

Buku itu terkadang bertanya-tanya, mengapa hanya dia yang tidak diisi. Semua halamannya kosong dan bersih.

Tepat saat sang pemimpi membuka halaman terakhir buku itu untuk kesekian kalinya, Sang Penulis menaruhkan tintanya ke buku itu:

Terima kasih sudah membersihkan pikiranku dari impian-impian dan khayalanku. Kamu buku yang paling aku sayangi diantara semua buku yang pernah aku baca dan aku tulis.

Lalu sang pemimpi mengembalikan buku kosong itu ke rak tempatnya menyimpan semua mimpi dan khayalan-khayalannya.

Dia tidak pernah lagi mengunjungi mereka.

Yogyakarta, 19 Januari 2024

Postingan ini diedit 1Β bulan yang lalu.

|

#fiksi #menulis