sekar πŸ’

Kembali Menggunakan Obsidian

Ini adalah hari kedua aku menggunakan vault terakhirku. Aku menjelaskan kenapa aku pakai vault baru untuk mencatat di Obsidian tahun ini disini. Vault ini berisi satu folder dan semua file yang telah dan akan aku buat. Selama dua hari ini, aku sudah membuat 44 file di vault baruku. Beberapa diantaranya sudah aku pamerkan di blog ini, lainnya masih dalam proses atau tidak akan kupamerkan sama sekali hehehe

Tahun ini aku menggunakan 'metode' atomic notes karena aku males aja mengatur folder-folder yang akan kuisi untuk masing-masing jenis catatan. Toh, aku lebih menyukai bikin daily notes di jurnal fisik. Metode mencatat ini pertama kali ku dengar dari Mbak Vicky yang pintar di Youtube, ini videonya:

Aku udah lama sekali nonton video itu, jadi ingatanku agak buram tentang apa yang dia sampaikan, tapi aku sudah pernah mencoba metode yang sama persis seperti yang dia sampaikan. Seingatku secara garis besar penjelasan dia mirip dengan metode Zettelkasten, tapi lebih sederhana dan sesuai kalau dilakukan di catatan digital. Aku sudah lama banget kenal dan mencoba metode ini, dan modifikasi yang aku buat adalah:

Aku pernah mencoba metode yang sama persis dengan yang dijelaskan disana, dan aku kerepotan sendiri. Waktuku banyak, tapi tidak sebanyak itu untuk setiap kali menulis sesuatu harus dikategorikan atau dihubungkan dengan catatan lain. Kadang-kadang saja, kalau lagi mood wkwkkw Dengan begitu, aku benar-benar fokus untuk menjalani hari-hari dan menulis apapun yang lewat (misalnya hujan dan angin dan kucing).

Seharian ini saja misalnya, aku sudah menulis 8 catatan baru di obsidian dan selembar tulisan ngawur di buku jurnal A6-ku. Beberapa catatan di obsidian aku tulis selagi membaca buku Ikan Kecil di aplikasi Ruang Baca Kominfo. Memang jadi buka tutup aplikasi, tapi aku tidak masalah sih. Toh hape kentangku masih bisa menanganinya, malah lebih lancar dibanding waktu disuruh bayar pakai QRIS Jago wkwkww Alias tugas begitu masih bisa teratasi lah~

Kali ini, karena aku juga menggunakan Obsidian sebagai oret-oretan sebelum langsung di kopi-pasta ke Bear blog, aku ingin fokus untuk menyelesaikan tulisan-tulisan yang belum selesai. Jadi, aku membuat dashboard ala-ala.

Screenshot from 2026-01-12 23-52-27

Cakep kan wkwkwkwkw

Cara bikin begituan biar otomatis adalah dengan bantuan plugin komunitas, namanya Dataview. Ini satu-satunnya plugin komunitas yang aku pasang untuk vault-ku kali ini. Settingannya simpel saja:

````dataview
LIST
FROM "/"
WHERE date-created = date(today)
LIMIT 7
SORT time-created desc
````

eh... aku gatau cara jelasinnya dengan bahasa yang lebih profesional, ini aku jelasin sepahamku saja (sekalian menguji diri sendiri sebenernya paham ga dengan yang ditulis kemarin wkwkwkkw). Kalau mau sumber penjelasan yang lebih terpercaya dan profesional, kesini saja atau ke bagian readme nya plugin dataview.

dataview untuk memanggil plugin.

LIST untuk menampilkan dalam bentuk daftar, kalau misal mau dalam bentuk tabel ada juga setahuku.

FROM untuk memberikan tujuan tempat mana yang ingin 'diekstrak', aku pakai folder utama karena memang semua fileku ada di folder utama, ini bisa diorganisasi kalau mau. Di dashboardku, semua perintahnya nyaris sama, cuma bagian ini saja yang aku ubah sedemikian rupa sehingga bisa memanggil catatan-catatan yang sesuai. Kebanyakan aku 'memanggil' properti tag sih, kecuali untuk daftar catatan yang pertama ini. Untuk tag, tinggal panggil saja dengan #misalnya-ini-tag-dan-tidak-boleh-ada-spasi

WHERE untuk memberikan perintah apa yang kita mau, misalnya untuk contoh diatas aku mau tahu catatan apa saja yang sudah kubuat hari ini maka aku 'memanggil' semua catatan yang punya properti date-created hari ini.

LIMIT ini biar setiap daftar tidak melebihi jumlah yang aku mau. aku ngide aja biar nggak kebanyakan. Beberapa hari kalau sedang depresot atau hiperaktif otaknya, aku bisa menulis banyak dan tanpa aturan, jadi aku menghindari untuk menampilkan banyak catatan yang terbuat.

SORT digunakan untuk mengurutkan tulisan sesuai keinginan. Ada desc dan asc. yah gitu, standar saja.

Nah, demi mengakomodir pemanggilan lewat dataview itu, aku membuat template properti yang nantinya akan menghasilkan properti otomatis seperti ini setiap aku bikin catatan baru:

Screenshot from 2026-01-13 00-12-18

Simpel saja templatenya:

---
date-created: "{{date}}"
time-created: "{{time}}"
modified:
tags:
---

Setiap kali aku bikin catatan dengan ponsel, setelah menggeplak tombol Create a new note, jempolku langsung menuju kanan bawah di menu spageti dan menekan dengan lembut pilihan insert a template. Sebenarnya ini bisa dipersingkat dengan mengaturnya dengan bantuan plugin templater, tapi aku malas saja. Selain itu, entah kenapa langkah-langkah itu malah seakan jadi ritual sebelum memulai menulis, jadi aku tidak keberatan. Sama halnya kalau aku menulis di jurnal A6 ku, aku harus menyiapkan jurnalku dan puplen joyko cetek terlebih dahulu, dan kadang stiker kalau ada.

Yah, demikian saja tulisan tentang persiapan alat untuk menulis ini. Tidak ada penting-pentingnya sama sekali. Aku nulis ini karena bosen aja kerja malem-malem sendirian dan denger suara hujan entah kenapa pengen nulis sesuatu wkwkwk

Semoga hujan disana se-syahdu waktu aku nulis ini dan semoga teh di cangkirmu selalu hangat.

Selamat pagi!

Postingan ini diedit 1Β bulan yang lalu.

|

#buah-pikir #menulis