She: Sebaris Sehari
Postingan ini diedit 4 minggu, 2 hari yang lalu.
adalah seorang gadis
berambut pendek, berkaos, dan senang berjalan kaki sendiri
bahagianya ketika ia pejamkan mata lalu berimajinasi
bertemu teman-teman dan tentu saja semua hal yang tidak bisa ia miliki
dengan begitu dia kaya raya dalam kepalanya sendiri
sampai satu kata hilang dari kamusnya: ingin
tapi setidaknya dia masih memegang satu mimpi
mimpi yang tidak pernah jadi bunga tidurnya, tapi
ia menyerahkan tidurnya untuk meraih mimpi ini
kemudian ia tersadar kalau ia terlahir dari keluarga miskin
entah ingin atau mimpi, miskin tidak membawa mungkin
yang ia punya hanya dirinya sendiri
tapi seiring berjalanannya waktu, hal itu saja menjadi tersingkir
jadi, satu-satunya hal yang ia tunggu adalah akhir
sudah ia coba berlari menuju akhir; menelan pahit memutus nadi
edit 18 Januari 2026
Tulisan ini ditulis sejak 21 Oktober 2025 sampai 4 November 2025. Awalnya aku ingin mengulang lagi kegiatanku waktu SMP dulu, menulis sebaris puisi yang secara tidak sengaja berakhiran dengan huruf i, sampai beberapa buku tulis sidu penuh dengan puisi itu. Tapi setelah menulis baris terakhir itu, aku baru sadar kalau aku bukan remaja 15 tahun lagi. Aku pernah mengalami ingin mati yang mana berakhiran i juga. Menyebalkan, karena selama menulis ini aku selalu ingat dua kata itu. Keduanya membuatku tidak ingin melanjutkan tulisan ini demi kesehatan perasaanku sendiri.
Aku memutuskan bahwa tulisan ini sudah selesai aku tulis.