sekar ๐Ÿ’

Tersesat di Tempat yang Sama

Ada beberapa drama Korea yang sangat aku sukai. Aku sudah sangat sering menontonnya sampai-sampai nyaris hafal setiap detail adegannya. Tapi, setiap kali menonton drama-drama itu, selalu ada hal baru yang aku dapatkan. Salah satu drama yang sedang aku tonton ulang sekarang adalah ์ฒญ์ถ˜์‹œ๋Œ€ (Hello, My Twenties!). Aku lupa kapan pertama kali menonton drama ini, yang jelas waktu nonton drama ini, dia sudah rilis agak lama.

Pagi ini, sambil memasak dan menikmati teh, aku menonton episode 9 season pertama. Menjelang akhir, karakter Yoon Sunbae (yang mana aku sangat bersimpati dengannya) meledak emosinya. Terakhir kali aku menonton ulang drama ini, aku ikut menangis karena perasaan sedihnya berjuang memenuhi finansial keluarganya juga sedikit banyak aku pahami. Kali ini, aku hanya menontonnya sambil bersyukur karena akhirnya dia bisa menangis juga.

Karakter lain yang kurang bisa aku pahami, Kang Eonni, juga akhirnya melepaskan masa lalunya dan keluar dari jeratan air yang mungkin menjadi penjaranya selama ini. Kedua karakter ini menurutku memang sangat mirip tapi yang satu memilih bercita-cita menjadi orang biasa saja di dunia yang gila ini, sementara yang satunya memilih untuk turut menjadi gila daripada menjadi korban dunia yang gila.

Pada akhirnya, keduanya memasang ekspresi yang sama; kebingungan.

Kukira tersesat hanya terjadi pada orang yang sedang berpergian. Ternyata berada di tempat yang sama untuk waktu yang lama juga bisa membuat seseorang tersesat.

-- Kang Eonni

Kang Eonni yang memutuskan untuk memilih jalan-jalan yang mudah baginya, saking terbiasanya dengan semua kemudahan itu sampai-sampai tidak bisa memahami kenapa orang lain mau-maunya melalui hal-hal yang sulit. Dia menjalani hidupnya dengan prinsip bahwa hidup haruslah mudah; mencari uang dengan mudah, memutuskan sesuatu dengan mudah, dan melakukan semua hal dengan mudah.

Yoon Sunbae memiliki cita-cita untuk menjadi biasa. Hidup sebagaimana orang lain hidup; bekerja, memiliki waktu untuk bermain, dan bisa tertawa lepas. Hidupnya saat ini ia rasa dibawah rata-rata, karena ia hanya bekerja saja. Dia tidak memiliki waktu untuk bermain dan sekadar tertawa lepas. Menurutku, dia bahkan hanya membatasi diri untuk tersenyum saja saat ada hal yang menurutnya membahagiakan.

Di ujung episode ini, Kang Eonni akhirnya putus dengan pacar-pacar sumber penghasilannya. Yoon Sunbae juga akhirnya meledak emosinya di tempat kerja yang paling berat baginya, ia bahkan gagal lolos wawancara pekerjaannya hari itu.

Mereka berdua sama-sama berada di tempat yang sama untuk waktu yang terlalu lama untuk memahami bahwa ada jalan lain yang bisa ditempuh.

Mereka tersesat tanpa pernah berjalan kemanapun.

Aku pernah menulis ini:

karena aku selalu pulang ke rumahku sendiri setelah tidak pernah pergi,

Karena aku merasakan hal yang sama. Aku pernah tersesat tanpa pernah berjalan kemanapun.

Jujur, bergerak dari satu titik ke sebuah tujuan masih terasa asing buatku. Aku hanya terbiasa memindahkan badanku dari satu tempat ke tempat lain. Masih dengan pemikiran yang sama, masih dengan kebiasaan lama, dan masih tanpa rencana. Aku bahkan nyaris tidak punya tujuan.

Lucu, karena kata-kata yang menyelamatkanku dari percobaan pergi nyaris 10 tahun yang lalu adalah:

Terima kasih, hati-hati di jalan. Semoga selamat sampai tujuan.

Nyaris sepuluh tahun kemudian, aku semakin tidak punya tujuan. Tapi akhir-akhir ini aku paham. Sebaik-baiknya hidup adalah yang dijalani. Tidak perlu dijadikan. Berjalan kadang boleh tanpa tujuan, karenanya aku juga memutuskan untuk terus berjalan. Meskipun tanpa tujuan.

Yoon Sunbae mungkin punya cita-cita, tapi aku tahu kalau setelah jadi orang biasa pun dia masih akan merasa tidak punya arah. Dia hanya berjalan. Bedanya dia tidak lagi berjalan dengan cara berlarian kesana kemari sembari terengah-engah. Dia berjalan layaknya orang lain, kadang istirahat, kadang menapaki satu dua batu halangan.

Kang Eonni apalagi. Dia bahkan barusan keluar dari dalam air. Dia mungkin belum terbiasa dengan cara bernapas. Kadang dengan berat, kadang seringan itu sampai-sampai tidak terpikirkan sebelumnya kalau dia juga bisa bernapas. Setidaknya, dia sudah menyampaikan ucapan selamat tinggal untuk dirinya yang dulu. Langkah pertama yang sangat sopan menurutku.

Ucapan selamat tinggalku agak perih dan panas. Tapi setidaknya aku tahu kalau aku bisa sewaktu-waktu mengunjungi dia (diriku yang dulu) lagi dengan membacanya. Yoon Sunbae, Kang Eonni, aku, dan banyak orang lain, mungkin sama-sama sedang mengambil langkah pertama.

Setelah kupikir-pikir, lebih baik tersesat saat berjalan daripada tersesat di tempat yang sama. Setidaknya, di jalan mungkin kamu akan bertemu seseorang yang mungkin sedikit tahu tentang jalanmu, atau mungkin seseorang yang sama tersesatnya. Yang jelas, kamu tidak akan pernah sendiri kalau ada di jalan.

Jadi, apakah kamu punya tujuan hari ini?

Kalaupun tidak, tak masalah. Aku juga hanya ingin memenuhi janjiku hari ini, tanpa tujuan, hanya berharap satu hal lain terselesaikan.

Selamat menikmati hari!

Postingan ini diedit 2ย minggu, 1ย hari yang lalu.

|

#buah-pikir #log #watch